Kamis Nyunda Bersama Bidang Kemahasiswaan STIA Bandung

0
84

Budaya Sunda termasuk kedalam salah satu kebudayaan yang tertua di Indonesia. Suku Sunda sendiri, juga kaya akan ragam budaya seperti, kesenian tradisional, Rumah adat Sunda, dan lainnya.Kota Bandung sebagai salah satu Tanah Pasundan, kental dengan bahasa Sunda dan Budaya. Salah satu bentuk kecintaan tersebut diwujudkan dalam program kemis nyunda. Setiap hari Kamis, seluruh Instansi Pemerintah Kota Bandung termasuk sekolah menerapkan budaya Sunda.

Implementasi serta penerapan budaya Sunda dalam kegiatan sehari-hari itu tertuang dalam Pasal 11 Peraturan Wali Kota No. 063 Tahun 2019, tentang perubahan ketiga.Peraturan tersebut menetapkan pakaian adat yang menjadi seragam kerja di Instansi Pemerintah Kota Bandung. Pakaian bernuansa Sunda tersebut beskap, pangsi, kebaya, dan kebaya berkembang.

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung sebagai salah satu perguruan tinggi di Bandung kini menerapkan aturan Kamis Nyunda. Bidang III STIA Bandung diisi oleh Wakil Ketua III Kolonel ( Purn) Dr. Sahromi, Kabag Bidang 3 Susilawati, S.Sos ., M.Si, Staf Kemahasiswaan Sri Masrifah, S.Pd, Erinda Destry Rincani, S.AP, Riko Maulana dan Humas STIA Bandung Muhammad Yusuf, S,sos ., M.M

Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi  Bandung, Kolonel ( Purn) Dr. Sahromi mengatakan, setiap Kamis itu mahasiswa dan dosen menggunakan pakaian adat Sunda sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, kita harus mendukung program yang ditetapkan pemerintah.“Khusus di lingkungan STIA Bandung, selain pakaian adat Sunda juga diwajibkan berbahasa Sunda.Tujuan Kamis Nyunda untuk mendukung program pemerintah kota Bandung dalam rangka memelihara dan mengembangkan budaya Sunda.” katanya, Kamis (22/9/2022).

Dia mengatakan, kebijakan itu diterapkan karena Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung  merupakan bagian tak terpisahkan dari pemerintah dan masyarakat Kota Bandung. Pihakya merasa harus terlibat dan mendukung program pemerintah. Hal ini merupakan bagian dari upaya memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional.

Sedangkan menurut Susilawati, S.Sos ., M.Si selaku kabag bidang 3 mengatakan program Kamis Nyunda sangat diperlukan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda, terlebih perkembangan zaman saat ini yang menggerus seni dan budaya.“Ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya khususnya di daerah kita sendiri,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here