Mengenal Ketua STIA Bandung Dr. H. Barkah Rosadi Yang Sukses di 4 Bidang Yakni Kesehatan, Militer, Pendidikan, Dan Saat Ini Fokus Menjadi Ketua DKM Masjid Besar Rancaekek.

0
74
Dr. H. Barkah Rosadi Saat Orasi Ilmiah PMB 2022-2023
Dr. H. Barkah Rosadi Saat Orasi Ilmiah PMB 2022-2023

Barkah Rosadi lahir di Bandung 22 Januari 1958 adalah seorang purnawiran TNI dari Corps Militer Kesehatan dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel, Ia juga pernah menjabat sebagai Wakakesdam III Siliwangi dan RSGM Unjani.  Barkah Rosadi seorang anak dari tentara berpangkat pembantu  letnan dua  dan ia anak ke – 3 dari 7 bersaudara. Kisah perjalanan Barkah Rosadi tidak berjalan dengan mulus, dari ditempa tiga tahun di Sekolah Keperawatan Dustira, disana digembleng secara keras oleh para dokter dokter di Sekolah Keperawatan Dustira, berkat gemblengnya selama disana akhirnya ia mencoba melamar ke Rumah Sakit Borromeus, karena saat itu borromeus adalah rumah sakit dengan honor paling besar diantara rumah sakit lainnya.

Beliau menghabiskan lima tahun di borromeus, selama bekerja disana banyak hal hal yang tak bisa dilupakan terutama Ketika beliau berjuang untuk menyelesaikan kuliah. Karena waktu itu pegawai Rumah Sakit Borromeus tidak diizinkan untuk sambil kuliah, karena semangatnya untuk berkuliah Barkah Rosadi mencoba ikut test di Akademi Keperawatan Gigi Prof. Moestofo Dago 126, untuk lolos disana di tes selama 1 minggu dan bersaing dengan ribuan orang akhirnya Barkah Rosadi lolos tes dan masuk ke di Akademi Keperawatan Gigi Prof. Moestofo.

Pada akhir semester beliau ketauan oleh HRD RS Boromeus, ia disuruh memilih antara melanjutkan kuliah atau fokus bekerja di RS Boromeus. Pilihan yang cukup sulit, karena dua duanya sangat penting, jika memilih kuliah saja, darimana harus membayar kuliah, jika fokus bekerja perjuangan kuliah selama enam semester harus pupus.

Ia berpikir bagaimana kedua hal itu bisa berjalan dengan lancar, maka dengan itu ia menghadap ke Prof. Moestofo untuk meminta solusi antara harus memilih kuliah atau lanjut bekerja. Karena waktu itu Prof. Moestofo adalah orang yang sangat disegani terutama di bidang Kesehatan, setelah meminta saran dan pendapat dari Prof. Moestofo, akhirnya Prof. Moestofo menemui Direktur Rumah Sakit Borromeus untuk meminta keringanan agar diizinkan kuliah sambil bekerja untuk mahasiswa terbaiknya itu.

Dan pada akhirnya Dr. H. Barkah Rosadi diberi dispensasi oleh pihak Rumah Sakit Borromeus untuk bekerja sambil kuliah, setelah selesai kuliah D – 3 Keperawatan Gigi Akademi Prof. Moestofo ia dipindahkan ke Rumah Sakit Santo Yusuf, setelah dari RS Santo Yusuf dipindahkan lagi ke RS Karawang, Ketika di karawang ia sangat disenangi masyarakat sekitar dikarenakan  selalu mengumandankan adzan di masjid sekitar dekat dengan rumah sakit. Dan pada saat di karawang ia menjadi Juara MTQ di masjid dekat rumah sakit. Hal itu membuat aneh warga sekitar “ Kok ada perawat yang pandai melantunkan ayat ayat al quran “.

Setelah lima tahun bekerja di bawah naungan RS Borromeus, Pada tahun 1983 ia mencoba peruntungan masuk ke SPA Wamil, setelah mencoba dan akhirnya lolos hingga dinyatakan menjadi Letnan Dua. Penugasan pertama beliau ditempatkan di Ditkesad Angkatan Darat.

Belum lama menjadi TNI, Barkah Rosadi diterjunkan untuk perang ke Los Palos Timor – Timur dan disana ia berhadapan langsung dengan Fretilin, pernah juga mau diculik oleh Fretilin karena dianggap TNI merampas kebebasan mereka. Karena Barkah Rosadi adalah Tentara yang bertugas di Bidang Kesehatan yang banyak membantu warga warga disana, ia dibebaskan karena banyak membantu warga timor timor.

Setelah selesai dari Timor Timur,  Pada tahun 1990 ia pindah ke Kodam Siliwangi, dan pada tahun 1992 melanjutkan Pendidikan di STIA LAN Bandung, yang pada akhirnya Bersama alumni lainnya mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung.

Pada tahun 2000 pernah dicalonkan menjadi Bupati Bandung, namun pada akhirnya beliau tetap menfokuskan diri untuk menyelesaikan kewajibannya di Corps Kesehatan Militer hingga masa bakti nya berakhir pada tahun 2015.

Jabatan jabatan strategis yang pernah diemban selama menjadi TNI adalah menjadi Wakakesdam III Siliwangi, dan satu satunya Wakakesdam sepanjang sejarah di kodam siliwangi yang bukan dari Dokter melainkan dari Perawat.

Prestasi itu hanya bisa dicapai oleh seorang Barkah Rosadi seseorang yang sukses di empat bidang yakni Kesehatan, Militer, Pendididkan dan di masa setelah pensiunnya mengamalkan pengalaman dan ilmunya dengan menjadi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Besar dan Masjid Patrakomala.

Di bidang Pendidikan setelah sukses menjadi salah satu pendiri Yayasan Bina Administrasi yang menaungi Sekolah Tinggi ilmu Administrasi Bandung dan Poltekkes YBA Bandung yang sebentar lagi disatukan menjadi Bandung University.

Semoga pengabdian dan keteladana Dr. H.Barkah Rosadi  ini dapat dicontoh oleh kita sebagai generasi muda, bahwa pengabdian terhadap bangsa dan negara tidak dibatasi oleh usia dan masa kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here