UKM STIA Bandung Gagas Program ” Go Quality Best Hydroponic “

0
135

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbanyak di dunia. Dalam sehari saja, warga negara “plus enam dua” bisa menghasilkan sekitar 175 ribu ton sampah. Sementara pertahunnya, pada 2021 menghasilkan 67,8 ton sampah. Dari jumlah itu, The National Plastic Action Partnership (NPAP) mencatat ada 4,8 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola tiap tahunnya.

Angka yang cukup fantastis dan perlu solusi untuk mengatasinya. Tentu tidak bisa jalan sendiri dan harus berkolaborasi. Itulah yang diupayakan Unit Kegiatan Mahasiswa Hydroponic STIA Bandung  Mereka bersinergi dengan warga sekitar kampus untuk memanfaatkan sampah plastik sebagai media hidroponik. Arahhnya nanti adalah untuk mewujudkan sentra hidroponik di kampung tersebut.

Para Mahasiswa UKM Hydroponic beserta Ketua LPM STIA Bandung

Kordinator Pemasaran Hydroponic, Yuni Juniarti teman teman mahasiswa yang bisa membangun hydroponic di lingkungan STIA, adapun proses pembelajaran hydroponic ini dapat meningkatkan pendapatan mahasiswa.Selama program berjalan, pihaknya berkolaborasi dengan mahasiswa mahasiswa yang tergabung di UKM hydroponic.

 Sedangkan menurut Ketua UKM Hydroponic Gilang Ramadhan, mengatakan banyak orang yang menggunakan tanaman ini sebagai tanaman hias di rumah, serta menjadi salah satu dekorasi di ruangan yang unik dan menarik. Namun, lain dulu lain sekarang kini hidroponik sudah bukan hobi semata, tetapi sudah menjadi cara budidaya tanaman yang komersial.

Perkembangan menanam tanaman dengan menggunakan media air ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Ditambah dengan semakin sempitnya lahan tanam di perkotaan, yang membuat banyak orang tidak dapat menanam tanaman sesuka hati. Apalagi penanaman tanaman hidroponik ini bisa dilakukan di mana saja, dan memiliki banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk hasil tanam yang baik.

Ia menambahkan banyak pengguna hydroponic yang mulai menggunakan teknik ini dalam menanam tanamannya, bahkan potensi pasar hidroponik ini masih luas dan masih bisa berkembang di masa depan.

Permintaan sayuran hidroponik dari waktu ke waktu semakin meningkat, ditambah dengan harga sayurannya yang cukup tinggi. Maka peluang bisnis hidroponik ini harus diambil peluangnya oleh para mahasiswa untuk menanamkan jiwa wirausaha agar kelak mereka menjadi pengusaha di bidang hydroponic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here